Kamis, 25 Februari 2010

PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA

Proses awal penyebaran islam di indonesia


Masuk dan tersosialisasinya islam di nusantara berlangsung dengan cara damai. ketika itu para penyebar islam memilih berbagai unsur lokal sebagai m
edia komunikasi dakwahnya sehingga islam memperoleh pengaruh yang begitu besar di nusantara, serta mengisi ruang-ruang kosong yang kurang tersentuh hinduisasi . melalui toleransi semacam itu seni budaya bernafaskan islam dapat menjadi basis kebudayaan nasional .



Masuknya Islam ke Indonesia

Islam berkembang lewat perantaraan bahasa Arab. Kontak antara Islam dengan kepulauan nusantara sebagian besar berlangsung di wilayah pesisir pantai. Utamanya lewat proses perdagangan antara penduduk lokal dengan para pedagang bangsa Persia, Arab, dan India Gujarat. Kontak-kontak ini, pada perkembangannya, memunculkan proses akulturisasi budaya. Islam kemudian muncul sebagai “competing” culture Hindu-Buddha.

M.C. Ricklefs dari Australian National University menyebutkan 2 proses masuknya Islam ke nusantara. Pertama, penduduk pribumi mengalami kontak dengan agama Islam dan kemudian menganutnya. Kedua, orang-orang asing (Arab, India, Cina) yang telah memeluk agama Islam tinggal secara tetap di suatu wilayah Indonesia, kawin dengan penduduk asli, dan mengikuti gaya hidup lokal sedemikian rupa sehingga mereka sudah menjadi orang Jawa, Melayu, atau suku lainnya.1

Teori lain seputar masuknya Islam dar
i Timur Tengah ke nusantara diajukan Supartono Widyosiswoyo.2 Menurutnya, penetrasi tersebut dapat dibagi ke dalam 3 gelombang yaitu : Jalur Utara, Jalur Tengah, dan Jalur Selatan. Ketiga gelombang ini didasarkan pada pangkal wilayah persebaran Islam yang memasuki Indonesia.

Jalur Utara adalah proses masuknya Islam dari Persia dan Mesopotamia. Dari sana, Islam beranjak ke timur lewat jalur darat Afganistan, Pakistan, Gujarat, lalu menempuh jalur laut menuju Indonesia. Lewat Jalur Utara ini, Islam tampil dalam bentuk barunya yaitu aliran Tasawuf. Dalam aliran ini, Islam dikombinasikan dengan penguatan pengalaman p
ersonal dalam pendekatan diri terhadap Tuhan. Aliran inilah yang secara cepat masuk dan melakukan penetrasi penganut baru Islam di nusantara. Aceh merupakah salah satu basis persebaran Islam Jalur Utara ini.

Jalur Tengah adalah proses masuknya Islam dari bagian barat lembah Sungai Yordan dan bagian timur semenanjung Arabia (Hadramaut). Dari sini Islam menyebar dalam bentuknya yang relatif asli, di antaranya adalah aliran Wahabi. Pengaruh terutama cukup mengena di wilayah Sumatera Barat. Ini dapat terjadi oleh sebab dari Hadramaut perjalanan laut dapat langsung sampai ke pantai barat pulau Sumatera.

Jalur Selatan pangkalnya adalah di wilayah Mesir. Saat itu Kairo merupakan pusat penyiaran agama Islam yang modern dan Indonesia memperoleh pengaruh tertama dalam organisasi keagamaan yang disebut Muhammadiyah. Kegiatan lewat jalur ini terutama pendidikan, dakwah, dan penentang
an bid’ah.

Petunjuk tegas pertama seputar munculnya Islam di nusantara adalah ditemukannya nisan Sultan Sulaiman bin Abdullah bin al-Basir yang wafat tahun 608H atau 1211 M, di pemakaman Lamreh, Sumatera bagian Utara. Nisan ini sekaligus menunjukkan adanya kerajaan Islam pertama di nusantara. Mazhab yang berkembang di wilayah Sumatera bagian Utara awal perkembangan Islam ini, menurut Ibnu Battuta (musafir Maroko) adalah Syafi’i.3

Semakin signifikannya
pengar
uh Islam di nusantara adalah dengan berdirinya sejumlah kerajaan. Jean Gelman-Taylor mencatat di Ternate (Maluku) penguasanya melakukan konversi ke Islam tahun 1460.4 Di Demak, penguasanya mendirikan kota muslim tahun 1470, sementara kota-kota pelabuhan di sekitarnya seperti Tuban, Gresik, dan Cirebon menyusul pada tahun 1500-an. Sekitar tahun 1515 pelabuhan Aceh memiliki penguasa Islam, disusul Madura pada 1528, Gorontalo 1525, Butung 1542. Tahun 1605 penguasa Luwuk, Tallo, dan Gowa (Sulawesi Selatan) masuk Islam dan 1611 semenanjung Sulawesi Selatan telah dikuasai penguasa Islam.

Pada perkembangannya, te
rjadi proses saling pengaruh antara Islam yang sudah berakulturisasi dengan budaya lokal dengan Islam yang masuk dari wilayah Timur Tengah. Ini terutama semakin mengemuka di saat berkuasanya rezim Ibnu Saud yang menggunakan Wahhabi sebagai paham keislamannya. Tulisan ini tidak akan menyentuh bagaimana konflik yang berlangsung antara kedua tipologi Islam tersebut. Tulisan hanya menghampiri sejumlah pengaruh yang dibawa Islam ke dalam budaya-budaya yang berkembang di Indonesia.



Teori masuknya agama islam di indonesia


* Soetjipto wirjosoeparto
Islam masuk ke indonesia melalui gujarat, india. hal itu di buktikan dengan salah satu makam raja islam di sam
udera pasai, aceh utara yang nisannya terbuat dari marmer buatan gujarat.


* Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
Islam masuk ke indonesia melalui Mesir dan Mekkah.



<--------- Hamka




* Alwi Shihab
Islam perttama kali masuk ke nusantara pada abad pertama hijriyah (abad ke-7 M) dibawa oleh pedagang-pedagang sufi-Muslim arab yang memasuki cina lewat jalur-jalur bagian barat.

Bukti-bukti awal masuknya islam ke indonesia

  1. Berita cina dari dinasti tang yang menyebutkan adanya rencana serangan orang-orang Ta shih pada tahun 674 M terhadap kerajaan Holing (Kalingga) yang di perintah oleh ratu sima. namun , rencana itu di batalkan karena kerajaan Holing sangat kuat. Sebutan Ta shih di tafsirkan sebaritagai orang-orang arab dan persia.
  2. Berita arab yang menyatakan bahwa pedagang arab yang beragama islam telah mengadakan kegiatan perdagangan di Sriwijaya, termasuk selat malaka , sekitar abad ke-8 M . hal itu terbukti dengan sebutan sribuza, zaba, atau zabag bagi sriwijaya.
  3. Ditemukannya batu tulis dalam bahasa arab di Leran , dekat Gresik , yang memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan bernama fatimah binti maimun dengan angka tahun 1082 M
  4. Berita dari Marco Polo (italia). dalam perjalanan dari cina ke persia , ia singgah di peureula (perlak), aceh beragama islam dan banyak pedagang dari gujarat (india) yang giat menyebarkan islam.
  5. Adanya makam Sultan Malik al Saleh (tahun 1297), seorang raja dari kerajaan samudera pasai.
  6. Berita dari Ibnu Batutah (1345-1346), seorang utusan Sultan Delhi (india) ke cina, yang menyatakan bahwa di sumatera terdapat kerajaan islam.
  7. Kompleks makam islam Tralaya di Trowulan. pada nisan makam-makam itu memuat angka tahun dari tahun 1369 sampai 1611.
  8. Berita dari Ma Huan , musafir cina yang beragama islam , mengatakan bahwa sekitar tahun 1416 teelah ada pedagang-pedagang islam yang tinggal di pantai utara pulau jawa.
  9. Adanya makam Maulana Malik Ibrahim di gresik yang merupakan makam seorang saudagar islam yang mengadakan kegiatan penyiaran islam di pulau jawa


Berdasarkan sumber-sumber di atas, dapat di simpulkan bahwa agama islam sudah masuk ke indonesia pada abad ke 7 M . namun , agama islam mulai menyebar sekitar abad ke 13 yang di tandai dengan berdirinya samudra pasai sebagai kerajaan islam yang pertama.

penyebar agama islam di Indonesia

Golongan penyebar agama islam ke Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Pedagang dari arab yang mula-mula memperkenalkan agama islam di Indonesia, kemudian di susul oleh pedagang-pedagang islam dari mesir, Persia, dan Gujarat.
2. Golongan mubalig atau guru agama islam, yaitu golongan yang pekerjaannya memang khusus untuk mengaajarkan agama islam.
3. Golongan sufi (ahli tasawuf), yang diperkirakan masuk ke Indonesia sejak abad ke-13.
4. Para wali menurut sumber babad di anggap sebagai pembawa dan penyebar islam ditanah jawa. Diantara sekian banyak wali , yang terkenal adalah wali songo (wali sembilan), terdiri dari berikut ini.
• Sunan maulana malik Ibrahim atau syekh maghribi, yang di duga berasal dari Persia dan berkedudukan di gresik.
• Sunan ampel atau raden rahmat dan berkedudukan di ampel, Surabaya.
• Sunan bonang atau raden maulana makdum Ibrahim, putra dari raden rahmat (sunan ampel). Ia tinggal di bonang, dekat tuban.
• Sunan drajat atau syarifuddin, juga putra dari raden rahmat dan berkedudukan di drajat dekat sedayu, Surabaya.
• Sunan giri atau prabu satmata atau sultan abdul fakih yang semula bernama raden paku dan berkedudukan di bukit giri, dekat gresik.
• Sunan kalijaga putra tumenggung wilatikta, bupati tuban yang berrkedudukan di kadilangu, dekat demak.
• Sunan kudus atau ja’far sodiq, putra dari raden usman haji yang bergelar sunan ngandung di jipang panolan, berkeduduukan di kudus.
• Sunan muria atau raden umar said berkedudukan di gunung muria, kudus.
• Sunan gunungjati dari pasai, sebelah utara aceh yang berkedudukan di gunung jati, Cirebon

Proses penyebaran islam

Proses penyebaran dan perkembangan agama dan kebudayaan islam selain dilakukan melalui perdagangan juga melalui saluran-saluran sebagai berikut :

1. Perkawinan

Diantara para pedagang islam itu ada yang terus menettap di Indonesia dan membentuk perkampungan muslim. hingga sekarang di beberapa kota di indonesia terdapat kampung pekojan yang merupakan tempat tinggal para pedagang Gujarat. sebagian dari pedagan itu menikah dengan wanita penduduk setempat, terutama putri raja atau bangsawan. karena pernikahan itulah banyak keluarga raja atau bangsawan masuk islam. contohnya perkawinan Raden Rahmat (sunan ampel) dengan nyai Gede Manila, putri tumenggung Wilwatikta.

2. Pendidikan

Para ulama atau mubalig mendirikan pondok pesantren di beberapa tempat di nusantara. di situlah para santri dari berbagai daerah dan berbagai kalangan masyarakat menerima ajaran agama islam.

3. Dakwah di kalangan masyarakat

Penyebaran islam di jawa tidak dapat di pisahkan dengan peranan Wali Songo atau Wali Sembilan. Wali adalah sebutan bagi orang-orang yang sudah mencapai tingkat pengetahuan dan penghayatan agama islam yang sangat dalam dan sanggup berjuang untuk kepentingan agama.

4. Kesenian

Penyebaran agama islam dengan menggunakan sarana kesenian di sesuaikan dengan keadaan indonesia karena waktu itu kebudayaan Hindu-Buddha dan kepercayaan asli masih berakar kuat . para penyebar agama islam tidak mengubah kesenian tersebut, bahkan mereka menggunakan seni budaya tersebut sebagai sarana menyebarkan islam.

5. Ajaran Tasawuf

istilah itu timbulkarena pakar tasawuf biasanya di sebut sufi sebab mengenakan pakaian dari wol. Tasawuf sering dihubungkan dengan pengertian ssuluk (perjalanan) sebab kaum sufi memiliki kebiasaan mengembara. perkembangan aliran Taswuf di indonesia mulai tampak pada sekitar abad ke-16 dan 17. bersamaan dengan perkembangan Taswuf itu, dalam mengajarkan agama islam di indonesia di sesuaikan dengan pola pikir masyarakat yang masih berorientasi pada agama Hindu dan Buddha sehingga mudah di mengerti dan diterima oleh masyarakatt di indonesia. Tokoh-tokoh tasawuf yang terkenal antara lain Hamzah Fansuri, Syamsuddin al Samatrani, Nuruddin al Raniri , dan Abdul al-Rauf Sinkel .

0 komentar:

Poskan Komentar