Kamis, 25 Februari 2010

PERKEMBANGAN HINDU-BUDDHA DI INDONESIA



Teori tentang masuk dan menyebarnya Hindu-Buddha ke kepulauan Indonesia


1. Teori Waisya (N.J.Krom)

Teori ini menyatakan bahwa kaum pedagang dari india, disamping berdagang, juga membawa adat kebiasaan, seperti melakukan upacara keagamaan. Menurut N.J.Krom, kaum pedagang merupakan golongan terbesar yang datang ke nusantara. Mereka pada umumnya menetap di nusantara dan kemudian memegang peranan penting dalam proses penyebaran kebudayaan india melalui hubungan dengan penguasa-pengyasa indonesia.



2. Teori ksatria (F.D.K.Bosch)

Teori ini berpendapat adanya raja-raja dari india yang datang menaklukkan daerah-daerah tertentu di indonesia dan menghindukan penduduknya.






3. Teori Brahmana (J.C.Van Leur)
Teori ini menyatakan bahwa kaum Brahhmanalah yang menyebarkan agama Hinddu di Nusantara. Hal ini disebabkan kar
ena kaum Brahmana merupakan golongan yang menguasai soal keagamaan.


4. Teori Sudra

Teori ini menyatakan bahwa agama Hindu masuk ke indonesia di bawa oleh kasta Sudra. mereka yang datang ke indonesia bertujuan untuk mengubah kehidupan karena di inddia hanya hidup sebagai budak. alasan itulah yang menjadi dasar dari teori ini, meskipun para ahli sejarah indonesia menyangsikan kekuatan teori ini.

5. Teori Gabungan
Teori ini beranggapan ba
hwa kaum Brahmana, Bangsawan, dan para pedagang bersama-sama menyebarkan agama Hindu sesuai dengan peranan masing-masing.

Interaksi Masyarakat di berbagai daerah

dengan Tradisi Hindu-Buddha


Secara geografis indonesia terletak di lintas jalur perdagangan internasional zaman purba melalui jalur laut, yaitu India-Indonesia-Cina dan sebaliknya. hal itu telah di mulai sejak abad pertama Masehi. Berdasarkan bukti-bukti temuan arkeologis, di perkirakan hubungan dagang antara indonesia dan india lebih dulu berkembang daripada hubungan dagang antara indonesia dan cina . hal ini di sebabkan oleh hal-hal berikut ini :
- diketahui angin musim yang baik untuk menyeberangi samudra Hindia ke Timur (Indonesia) dan sebaliknya.

- sejak zaman purba indonesia sudah terkenal dengan hasil bumi dan hasil tambangnya .



<--- peta jalur perdagangan Indonesia, India, dan Cina




Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

1. Kerajaan Kutai

Kerajaan Hindu tertua adalah kerajaan Kutai yang terletak di daerah Kutai, Kalimantan timur. Pusat Pemerintahannya di perkirakan berada di Muarakaman di tepi sungai Mahakam.

2. Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan hindu tertua kedua adalah kerajaan Tarumanegara. diperkirakan berlokasi di lembah sungai citarum, jawa barat , berdasarkan prasasti-prasasti dari kerajaan tarumanegara yang ditemukan diantara sungai citarum dan sungai cisadane . Poerbatjaraka memperkirakan pusat pemerintah kerajaan tarumanegara terletak di bekasi berdasarkan isi prasasti Tugu.

3. Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga atau kerajaan Holing diperkirakan berkembang sekitar abad ke-7 sampai abad ke-9 M. Nama Kalingga berasal dari nama ker

ajaan di India Selatan, yaitu kerajaan Kalingga. para pakar masih berselisih pendapat tentang letaknya. ada yang menduga terletak di Blora dan Purwodadi, di malaysia, di Salatiga (dengan ditemukannya bekas kerajaan Klepu Pudakpayung), atau di Jepara, Jawa Tengah .

4. Kerajaan Sriwijaya

Sejak awal abad ke-1 M sudah terjalin hubungan dagang antara indonesia dan india yang melewati selat malaka. oleh karena itu, daerah selat malaka menjadi ramai dan di ikuti dengan munculnya pusat-pusat perdagangan yang akhirnya menjadi pusat kerajaan. salah satu kerajaan yang muncul di kawasan selat malaka adalah kerajaan Sriwijaya.

5. Kerajaan Majapahit

Lokasi pusat kerajaan Majapahit diperkirakan berada di dekat Trowulan yang letaknya kurang lebih 10 km sebelah barat daya kota Mojokerto sekarang. Dugaan itu didasarkan atas banyaknya penemuan di lokasi berupa pondasi bangunan, gapura, candi, saluran air dan umpak-umpak rumah.
Dalam sejarah Indonesia, p
eriode Majapahit meruupakan suatu periode yang paling mengesankan. Hal ini di karenakan pada periode itulah di nusantara terdapat suatu kerajaan besar yang di segani oleh mancanegara dan membawa keharuman nama indonesia sampai jauh ke luar wilayah Indonesia.

Arsitektur Monumen Keagamaan Hindu dan Buddha di Indonesia

Salah satu peninggalan dari zaman Hindu-Buddha yang sangat berharga sebagai sumber sejarah Indonesia kuno adalah bidang arsitektur atau seni bangun. Peninggalan tersebut berupa bangunan-bangunan suci yang bersifat agama Hindu atau Buddha dan kita kenal dengan nama candi. Menurut Dr. W. F. Stutterheim dan Dr. H.J.Krom, nama candi merupakan kependekandari candika, yaitu salah satu nama dari Dewi Durga atau Dewi Maut.


Candi
sebagai bangunan terdiri atas 3 bagian, yaitu sebagai berikut :

1. Kaki candi yang melambangkan alam bawah tempat manusia biasa.
2. Badan candi yang melambangkan antara tempat manusia yang telah meninggalkan keduniawiannya dan dalam keadaan suci menemui dewanya.
3. Atap candi y
ang melambangkan alam atas tempat bersemayamnya para dewa .



<----- candi Borobudur







Candi Prambanan ----------------------------------->





Berdasarkan cara pengelompokannya , candi-candi di Indonesia dapat di bagi menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut :

* jenis jawa tengah utara yang bersifat syiwa
* jenis jawa tengah selatan yang bersifat Hindu dan Buddha
* jenis jawa timur termasuk candi-candi di bali dan sumatra , yang bersifatpembauran antara syiwa, Buddha, dan kepercayaan-kepercayaan lokal.

Tradisi Hindu-Buddha di dalam masyarakat setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Buddha


Pada awalnya tradisi Hindu-Buddha hanya dikenal di kalangan keraton. Namun, tradisi itu lambat laun masuk ke desa-desa dan bertemu dengan kepercayaan asli masyarakat yang memuja arwah leluhur. pertemuan itu mengakibatkan timbulnya proses akulturasi antara kebudayaan Hindu-Buddha dan kebudayaan asli (Lokal) di pedesaan. terbukti bahwa dalam proses akulturasi itu dapat dibuktikan dengan adanya unsur-unsur kebudayaan asli yang masih bertahan. hal itu di buktikan dengan adanya unsur-unsur kebudayaan asli yang masih bertahan. hal itu mengakibatkan timbulnya kebudayaan Hindu-Jawa, yaitu sintesis antaraunsur-unsur Hindu-Buddha

0 komentar:

Poskan Komentar